Pelatihan Teknik Pemantauan dan Identifikasi Raptor Sumatera yang diselenggarakan oleh RAIN (Raptor Indonesia) di Pekanbaru 8-9 Maret 2011 memberikan banyak pengetahuan baru kepada peserta yang datang dari berbagai kalangan, ada pelajar, mahasiswa, dan anggota perkumpulan pecinta alam.Menjadi peneliti raptor mempunyai daya tarik tersendiri bagi Zaini Rahman, ketua Perkumpulan Raptor Indonesia (RAIN) yang pusatnya ada di Bogor.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Gontor, Zaini mulai melakukan pemantauan dan pengamatan terhadap elang. Ceritanya, ia tidak mempunyai dasar untuk menjadi sebagai seorang peneliti elang, dengan alasan karena "ketertarikan", ia melakukan pengamatan elang itu sendiri dengan otodidak. Benar ungkapan "dimana ada kemauan di sana ada jalan", Zaini bertemu dengan orang Inggris yang juga sedang melakukan pengamatan elang. Kemudian orang Inggris ini mengajak Zaini untuk belajar lebih jauh tentang itu. Setelah bertemu orang Inggris, Zaini bertemu dengan orang Jepang. Pertemuan ini yang menyebabkan Zaini bisa ke Jepang. Orang Jepang tersebut mengajak Zaini pergi ke Jepang untuk belajar dan sama-sama melakukan penelitian terhadap elang. Setelah 3 bulan di Jepang, Zaini pulang ke Indonesia. Di Indonesia lah Zaini mempraktikkan ilmu yang ia dapat dari pendidikan non formal dari orang Jepang tersebut. Selanjutnya Zaini melakukan pengamatan terhadap elang sendiri. Ia mengumpulkan data-data hasil pengamatannya dalam kurun waktu yang sudah ia tetapkan. sampai akhirnya ia rasa cukup, kemudian data-data hasil pengamatannya di share ke salah satu media jurnal ilmiah. Ternyata apa yang dibuat Zaini mendapatkan respon baik, yaitu didanai untuk melakukan penelitian lanjutan. Sampai sekarang hal yang ditekuninya itu banyak memberikan hasil dan manfaat. Contoh kecilnya, ia bisa ke luar negeri dengan didanai pihak-pihak teretentu untuk melakukan penelitian raptor. Hebatnya lagi, ia sekarang menjadi pembimbing mahasiwa yang akan mengambil Ph.D.
Mengapa ia memilih elang? Elang ini mempunyai peran penting dalam rantai makanan. Selain alasan itu, ia juga mengungkapkan "Elang adalah inspirasi kebebasan". Elang bisa terbang bebas, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu negara ke negara lain, bahkan dari satu benua ke benua lain. Bebas, tidak perlu paspor. Tidak ada yang melarang elang ke sana kemari.
No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!