Banjarmasin (ANTARA) - Indonesia jangan mimpi untuk menjadi tuan rumah piala dunia sepakbola Tahun 2020, ujar mantan Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia Persatuan Sepekbola Seluruh Indonesia Kalimantan Selatan, Jumaderi Masrun.
"Karena untuk menjadi tuan rumah piala dunia, bukan pekerjaan mudah dan banyak hal yang harus disiapkan terlebih dahulu dan untuk mempersiapkan nampaknya tak cukup dengan waktu sekitar sepuluh tahun," tandasnya menjawab ANTARA Banjarmasin.
Sebagai contoh materi persepakbolaan hingga saat ini belum handal atau belum bisa menjadi andalan sebagaimana kesebelasan tuan rumah piala dunia buat mengangkat nama negerinya, lanjut pengamat dan "pegila" bola tersebut.
Begitu pula sarana dan prasarana atau fasilitas penunjang untuk sebagai tuan rumah piala dunia masih perlu banyak pembenahan, tak cukup seperti kondisi sekarang sebagai pertaruhan negara penyelenggaran, tutur Ketua Komiter Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarmasin itu.
Menurut mantan Wakil Ketua Perencanaan Program dan Anggaran KONI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) itu, Indonesia kalau mau memajukan dunia persepakbolaan dan berminat menjadi tuan rumah Piala Dunia, antara lain harus menyediakan dana dengan jumlah banyak.
"Untuk menjadi tuan rumah piala dunia dan mau memajukan dunia persepakbolaan Indonesia, pemerintah harus berani menyisihkan atau mengalokasikan minimal tiga persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN)," sarannya.
Namun mantan anggota DPRD Kalsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu berpendapat, pertumbuhan dan perkembangan persepakbolaan di Indonesia belakangan menunjukkan kemajuan, terutama dari segi kuantitas.
Sedangkan dari segi kualitas, dunia persepakbolaan di Indonesia masih perlu peningkatan bila ingin maju sejajar dengan kesebelasan negara lain yang sudah "go internasional" atau jadi kebanggaan dunia, lanjutnya.
Mengenai Piala Dunia 2010 yang sedang berlangsung di Afrika Selatan (Afsel), dia memperkirakan, setidaknya ada empat kesebelasan besar yang bakal muncul dari putaran 16 besar nanti.
"Empat besar kesebelasan itu, di antaranya Spanyol, Belanda, dan salah satu dari dua negara di kawasan Benua Afrika, yaitu Pantai Gading dan Afsel," katanya.
"Khusus pertandingan antara Spanyol X Swiss, saya yakin kemenangan di pihak Spanyol dengan perkiraan skor 2-0. Karena materi pemain kesebelasan Spanyol nampaknya cukup banyak yang handal bila dibandingkan dengan lawannya," demikian Jumaderi.
Sumber : Yahoo Olahraga
Showing posts with label World Cup 2010. Show all posts
Showing posts with label World Cup 2010. Show all posts
Wednesday, June 16, 2010
Mana Kecapmu Ronaldo!
Sebelum laga Portugal versus Pantai Gading, Selasa malam, Cristiano Ronaldo sesumbar. Kapten Portugal itu berjanji akan mencetak gol. Pertanyaan soal gol Ronaldo itu memang mencuat karena sejak babak kualifikasi ia sama sekali tak mencetak gol. Bahkan jika dirunut lagi, Ronaldo belum lagi menjebol gawang -- untuk timnas Portugal -- sejak 16 bulan lalu!
Pemain Real Madrid berusia 25 tahun itu terakhir kali mencetak gol saat uji coba melawan Finlandia pada 22 Februari 2009. Saat itu ia mencetak gol tunggal yang memenangkan Portugal 1-0 di Estadio Algarve, Faro. Kontras dengan 33 gol yang ia buat di 35 pertandingan bersama Madrid musim lalu.
Nah, waktu ditanya soal golnya yang tak kunjung datang itu, Ronaldo menjawab santai. "Saya tak khawatir. Saya tetap bermain seperti biasa. Saya berusaha mencetak gol. Mencetak gol itu seperti mengeluarkan kecap dari botol," katanya dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Menghadapi Pantai Gading di Port Elizabeth Stadium, Nelson Mandela Bay, sesumbar Ronaldo bakal mencetak gol tak terbukti. Dari catatan statistik FIFA tercatat, ia cuma melakukan dua kali usaha dan hanya satu yang mengarah langsung ke gawang kiper Portugal, Eduardo!
Yang ada ia malah mendapat kartu kuning di menit ke-21 gara-gara bersitegang dengan Guy Demel setelah gelandang Pantai gading itu menggaet kakinya.
Sumber : Yahoo Olahraga
Tuesday, June 15, 2010
PREVIEW PIALA DUNIA 2010: Brasil vs Korea Utara
Dua kali menghadapi tim-tim Asia di Piala Dunia, Brasil selalu bisa melesakkan empat gol; mengalahkan Cina 4-0 di Piala Dunia 2002, dan mempecundangi Jepang 4-1 di Piala Dunia 2006.
Brasil tak pernah kalah di laga pembuka Piala Dunia dalam 76 tahun. Spanyol menjadi satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Brasil di laga pembuka Piala Dunia, yaitu tahun 1934.
Namun Carlos Dunga, pelatih Brasil, tak ubahnya menghadapi sekumpulan orang misterius ketika menghadapi Korea Utara di Ellis Park. Bukan tidak mungkin laga ini menjadi mimpi buruk bagi Brasil.
Brasil kerap kesulitan menghadapi tim-tim yang bermain ultra-defensif. Sepanjang kualifikasi, Brasil tiga kali dipaksa bermain tanpa gol oleh Bolivia, Kolombia, dan Venezuela, di depan publiknya.
Dunga memperkirakan Korut, penghuni ranking terendah yang hadir di Piala Dunia 2010, akan menggunakan pendekatan sama. Terlebih, 80 persen pemain yang dibawa Korut ke Afrika Selatan berbasis di dalam negeri.
Kim Jong-hun, pelatih Korut, lebih misterius lagi. Ia tertutup bagi pers, dan tak banyak mengumbar kata. Laga pemanasan Korut juga tak banyak mendapat liputan media, sehingga Brasil harus banyak belajar dari tim-tim yang pernah menghadapinya.
Yang diketahui Dunga terbatas pada satu hal; Korut memiliki kenangan manis di Piala Dunia 1966, ketika menyingkirkan Italia, dan bermain luar biasa sebelum dikalahkan Portugal 5-3 di perempat final.
Masukan bagi Dunga datang dari Gerardo Martino, pelatih Paraguay. Menurut Martino, Korut adalah yang mampu bertahan dengan sangat baik, sangat cepat melakukan serangan balik, dan menyulitkan lawan di semua lini.
Sven-Goran Eriksson, pelatih Pantai Gading, punya kesan sama. Menurutnya, terlalu sedikit orang tahu tentang Korut, tapi mampu bermain dengan baik. Korut, lanjut Eriksson, memiliki sekumpulan pemain tak kenal lelah.
Hasil laga persahabatan Korut memang tidak mengesankan, tapi itu bukan alasan bagi Brasil untuk meremehkannya. Berbeda dengan Korut, hasil laga persahabatan Brasil sangat mengesankan, tapi tidak ada jaminan Tim Samba bisa menduplikasinya di laga pertama Grup G.
Brasil
15-10-2009 Brasil 0 - 0 Venezuela
15-11-2009 Brasil 1 - 0 Inggris
17-11-2009 Oman 0 - 2 Brasil
03-03-2010 Irlandia 0 - 2 Brasil
02-06-2010 Zimbabwe 0 - 3 Brazil
Korea Utara
18-03-2010 Meksiko 2 - 1 Korea Utara
22-04-2010 Afsel 0 - 0 Korea Utara
15-05-2010 Paraguay 1 - 0 Korea Utara
26-05-2010 Yunani 2 - 2 Korea Utara
06-06-2010 Nigeria 3 - 1 Korea Utara
Situasi Brasil
Julio Cesar kembali ke bawah mistar, setelah absen dalam laga persahabatan melawan Tanzania akibat cedera punggung. Satu-satunya yang membuat pening pelatih Carlos Dunga adalah memilih antara Elano dan Ramires.
Elano lebih berpengalaman. Ramirez punya bakat, dan berpotensi bersinar sejak laga pertama. Dunga tidak ingin ambil risiko dengan meninggalkan Elano. Ia menjadikannya sebagai starter. Ramires akan diberi kesempatan beberapa menit di babak kedua.
Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos, Felipe Melo, Gilberto Silva, Elano, Kaka, Robinho, Luis Fabiano.
Situasi Korea Utara
Pelatih Kim Jong-hun hanya akan kehilangan Kim Yong-jun, yang terkena larangan berlaga. Ia tidak terlalu gundah, karena Korut sama sekali tidak kehilangan kekuatan. An Yong-hak dan Jong Tae-se akan menjadi tumpuan negeri Stalinist terakhir di muka bumi.
Korut relatif hanya mengandalkan kekuatan mental, dan motivasi mengikuti jejak saudara mereka; Korsel, yang meraih kemenangan pertama. Serta memori 1966. Pilihan bagi Korut adalah meladeni kelebihan teknik Brasil dengan pendekatan fisik.
Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Ri Myong-guk, Ri Kwang-chon, Nam Song-chol, Pak Chol-jin, Ri Jun-il, Ji Yun-nam, Mun In-guk, An Yong-hak, Pak Nam-chol, Hong Yong-jo, Jong Tae-se.
Pemain Layak Diamati
Luis Fabiano: Memang sulit menyebut siapa pemain Brasil layak diamati dalam laga ini. Namun Luis Fabiano berpeluang mengawali upayanya meraih Golden Boot, dengan mengemas dua atau tiga gol pada laga perdana.
Jong Tae-Se: Publik Semenanjung Korea, bahkan seluruh Asia, menyebutnya Asian Rooney. Ia telah membuktikan kualitasnya ketika dua kali membobol gawang Yunani, dan sekali ke gawang Nigeria. Jika lini belakang Brasil mengabaikannya, Jong Tae-se akan menambah koleksi golnya.
Prediksi
Laga ini bukan tidak mungkin menjadi World Cup's all-time shock bagi Brasil. Namun, siapa berani memprediksi Brasil akan tersungkur. Castrol World predictor memperkirakan peluang Brasil memenangkan laga mencapai 80 persen, meski Korut akan bermain ultradefensif.
Brasil 4-0 Korut
Brasil tak pernah kalah di laga pembuka Piala Dunia dalam 76 tahun. Spanyol menjadi satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Brasil di laga pembuka Piala Dunia, yaitu tahun 1934.
Namun Carlos Dunga, pelatih Brasil, tak ubahnya menghadapi sekumpulan orang misterius ketika menghadapi Korea Utara di Ellis Park. Bukan tidak mungkin laga ini menjadi mimpi buruk bagi Brasil.
Brasil kerap kesulitan menghadapi tim-tim yang bermain ultra-defensif. Sepanjang kualifikasi, Brasil tiga kali dipaksa bermain tanpa gol oleh Bolivia, Kolombia, dan Venezuela, di depan publiknya.
Dunga memperkirakan Korut, penghuni ranking terendah yang hadir di Piala Dunia 2010, akan menggunakan pendekatan sama. Terlebih, 80 persen pemain yang dibawa Korut ke Afrika Selatan berbasis di dalam negeri.
Kim Jong-hun, pelatih Korut, lebih misterius lagi. Ia tertutup bagi pers, dan tak banyak mengumbar kata. Laga pemanasan Korut juga tak banyak mendapat liputan media, sehingga Brasil harus banyak belajar dari tim-tim yang pernah menghadapinya.
Yang diketahui Dunga terbatas pada satu hal; Korut memiliki kenangan manis di Piala Dunia 1966, ketika menyingkirkan Italia, dan bermain luar biasa sebelum dikalahkan Portugal 5-3 di perempat final.
Masukan bagi Dunga datang dari Gerardo Martino, pelatih Paraguay. Menurut Martino, Korut adalah yang mampu bertahan dengan sangat baik, sangat cepat melakukan serangan balik, dan menyulitkan lawan di semua lini.
Sven-Goran Eriksson, pelatih Pantai Gading, punya kesan sama. Menurutnya, terlalu sedikit orang tahu tentang Korut, tapi mampu bermain dengan baik. Korut, lanjut Eriksson, memiliki sekumpulan pemain tak kenal lelah.
Hasil laga persahabatan Korut memang tidak mengesankan, tapi itu bukan alasan bagi Brasil untuk meremehkannya. Berbeda dengan Korut, hasil laga persahabatan Brasil sangat mengesankan, tapi tidak ada jaminan Tim Samba bisa menduplikasinya di laga pertama Grup G.
Brasil
15-10-2009 Brasil 0 - 0 Venezuela
15-11-2009 Brasil 1 - 0 Inggris
17-11-2009 Oman 0 - 2 Brasil
03-03-2010 Irlandia 0 - 2 Brasil
02-06-2010 Zimbabwe 0 - 3 Brazil
Korea Utara
18-03-2010 Meksiko 2 - 1 Korea Utara
22-04-2010 Afsel 0 - 0 Korea Utara
15-05-2010 Paraguay 1 - 0 Korea Utara
26-05-2010 Yunani 2 - 2 Korea Utara
06-06-2010 Nigeria 3 - 1 Korea Utara
Situasi Brasil
Julio Cesar kembali ke bawah mistar, setelah absen dalam laga persahabatan melawan Tanzania akibat cedera punggung. Satu-satunya yang membuat pening pelatih Carlos Dunga adalah memilih antara Elano dan Ramires.
Elano lebih berpengalaman. Ramirez punya bakat, dan berpotensi bersinar sejak laga pertama. Dunga tidak ingin ambil risiko dengan meninggalkan Elano. Ia menjadikannya sebagai starter. Ramires akan diberi kesempatan beberapa menit di babak kedua.
Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Julio Cesar, Maicon, Lucio, Juan, Michel Bastos, Felipe Melo, Gilberto Silva, Elano, Kaka, Robinho, Luis Fabiano.
Situasi Korea Utara
Pelatih Kim Jong-hun hanya akan kehilangan Kim Yong-jun, yang terkena larangan berlaga. Ia tidak terlalu gundah, karena Korut sama sekali tidak kehilangan kekuatan. An Yong-hak dan Jong Tae-se akan menjadi tumpuan negeri Stalinist terakhir di muka bumi.
Korut relatif hanya mengandalkan kekuatan mental, dan motivasi mengikuti jejak saudara mereka; Korsel, yang meraih kemenangan pertama. Serta memori 1966. Pilihan bagi Korut adalah meladeni kelebihan teknik Brasil dengan pendekatan fisik.
Prakiraan Susunan Pemain (4-4-2): Ri Myong-guk, Ri Kwang-chon, Nam Song-chol, Pak Chol-jin, Ri Jun-il, Ji Yun-nam, Mun In-guk, An Yong-hak, Pak Nam-chol, Hong Yong-jo, Jong Tae-se.
Pemain Layak Diamati
Luis Fabiano: Memang sulit menyebut siapa pemain Brasil layak diamati dalam laga ini. Namun Luis Fabiano berpeluang mengawali upayanya meraih Golden Boot, dengan mengemas dua atau tiga gol pada laga perdana.
Jong Tae-Se: Publik Semenanjung Korea, bahkan seluruh Asia, menyebutnya Asian Rooney. Ia telah membuktikan kualitasnya ketika dua kali membobol gawang Yunani, dan sekali ke gawang Nigeria. Jika lini belakang Brasil mengabaikannya, Jong Tae-se akan menambah koleksi golnya.
Prediksi
Laga ini bukan tidak mungkin menjadi World Cup's all-time shock bagi Brasil. Namun, siapa berani memprediksi Brasil akan tersungkur. Castrol World predictor memperkirakan peluang Brasil memenangkan laga mencapai 80 persen, meski Korut akan bermain ultradefensif.
Brasil 4-0 Korut
Sumber : Yahoo Olahraga
Subscribe to:
Posts (Atom)

