Istana Siak yang bernama “Istana Asserayyah Al Hasyimiah” ini merupakan bukti kebesaran kerajaan Melayu Islam yang terbesar di daerah Riau. Dari abad ke-16 sampai abad ke-20 adalah masa kejayaan Kerajaan Siak, dan silsilah Sultan-Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 M dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Istana ini dibangun pada tahun 1889 M oleh raja yang ke-11 yakni, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin.
Istana Asserayyah Al Hasyimiah ini disebut juga “Istana Matahari Timur” ditukangi oleh arsitek dari Jerman yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa, India, dan Arab dengan perpaduan Melayu Tradisional. Keindahan Istana Siak terlihat mulai dari memasuki pintu gerbang istana yang dihiasi sepasang burung elang menyambar dengan mata yang memancar tajam yang terbuat dari perunggu dan ada 4 buah pilar Istana di ujung puncaknya. Burung elang ini merupakan tanda kebesaran dan keberanian serta kemegahan Kerajaan Siak pada masanya.
Di dalam Istana ini kita juga dapat melihat berbagai koleksi yang bernilai tinggi seperti Kursi Singgasana Sultan yang berbalut emas.
Disisi lain terdapat pula alat musik Komet yang dibuat secara home industri di Jerman yang memiliki piringan dengan garis tangan sekitar 90 cm berisikan lagu-lagu klasik dari Mozard dan Bethoven.Konon barang ini hanya ada dua di dunia yaitu di Jerman sebagai pembuat dan di Istana Siak.
Di ruang yang lain kita saksikan berbagai kursi meja baik dari kayu, kristal dan kaca tertata rapi di bawah lampu-lampu kristal berwarna-warni bergantungan di plafon istana, demikian pula berbagai bentuk almari dan berjenis senjata dari tembaga dan besi.Disamping itu terdapat pula aneka cinderamata yang merupakan hadiah dari para sahabat dan daerah di sekitar Siak.
Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu dapat kita lihat melalui foto-foto berukuran besar yang terletak di dalam Istana Siak. Terdapat juga sebuah cermin yang menjadi milik oleh para permaisuri Sultan yang dapat membuat wajah semakin cerah dan awet muda bila sering bercermin di sana. Cermin ini dinamakan cermin Ratu Agung.
1. 1. Suasana Musyawarah di Kerajaan Siak
Gambar di samping merupakan gambaran atau ilustrasi suasana musyawarah di Kerajaan Siak. Posisi raja berada di tengah, dan pejabat-pejabat istana yang lain mengelilingi.Pejabat Sementara (Regent) Sultan Siak 1908-1915 sebelum Sultan Syarif Kasim dinobatkan menjadi Sultan Siak Sri Indrapura ke XII tahun 1915.
4. Lambang Kerajaan Siak Sri Indrapura
Lambang Kerajaan Siak ini diberi nama “Muhammad Betangkup”.

5. Patung Sultan Syarif Hasyim (XI)
Patung ini merupakan buatan Jerman. Terbuat dari batu pualam pada tahun 1899.
Kotak ini merupakan tempat maket menara pengeboran minyak pertma di Riau oleh NPPM (Perusahaan Minyak Belanda).
Meriam digunakan saat perang melawan penjajah dan dibunyikan juga pada upacara resmi kerajaan.
Meriam ini pernah dicuri pada tahun 1960 dan ditemukan pada sebuah kapal yang akan ke Singapura. Dan akhirnya kapal yang membawa meriam ini tenggelam di teluk Salak.
Alat-alat makan ini dipesan khusus dari Eropa.

10. Meja Lipat
Meja lipat ini terbuat dari kayu.
11. Pecah Belah dan Asbak dari Kristal
Ini semua rata-rata juga dipesan dari Eropa.
12. Tempat melihat film-film yang ada di Istana
13. Sultan Syarif Kasim (ke XII) beserta Permaisuri Tengku Syarifah Fadhlun bergelar Tengku Mahratu. Tahun 1940.
15.
16. Maket Pengolahan Sagu
Ini merupakan cenderamata dari hamba rakyat Cina.
16. Maket Pengolahan Sagu
Ini merupakan cenderamata dari hamba rakyat Cina.
18.
19.
20.
21.
21. Meja lemari untuk belajar/menulis dan menyimpan buku-buku.
22. Bintang dan penghargaan Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim (Sultan Siak XII) dari pemerintah RI. Pada 6 November 1998 oleh Presiden RI, BJ Habibie.
23. Seperangkat Meja dan Kursi Kristal Tempat Penjamuan dan Menerima Putri-Putri Istana.



























No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!