Showing posts with label SIAK. Show all posts
Showing posts with label SIAK. Show all posts

Sunday, April 10, 2011

Pemilukada Siak 2011

Pemilukada Siak 7 April 2011.
Berikut ini adalah informasi yang saya kutip dari akun facebook Nuansa Net.
Hasil suara final Desk Pilkada Kab. Siak Pkl: 09.40 :

1.Yulizar-Agus: 6.455 ( 4,34%)
2.Said Muhmammad-Rusdaryanto: 49. 869, (33,51%)
3.Syamsuar-Alfedri: 57,094 (38,36%)
4.Ok-Muhazza: 35,405(23,79%)
 
Jumlah pemilih : 248.545
Jumlah suara masuk: 148.823
Jumlah suara tidak sah: 1.289

Thursday, March 24, 2011

Pasar Belantik Raya Siak Sri Indrapura


Bagus.. Ada Peningkatan



Tadi pagi aku mengembalikan buku yang dipinjam 5 hari yang lalu di Rumah Baca Siak. Ada benda baru yang aku lihat di dekat tangga masuk Rumah Baca, "Stop Alas Kaki Di Tangga Aja, Harap Maklum". Papan peringatan itu aku kira cukup bagus sebagai langkah awal untuk menertibkan sepatu dan sendal para pengunjung. Bisa terlihat, sepatu-sepatu yang aku foto sudah mulai rapih susunannya. Tidak seperti sebelumnya. Aku senang, berarti pihak pengelola Rumah Baca ada inisiatif untuk berbenah. Selain itu, ada juga improvisasi di tempat penitipan (di dalam ruangan) barang. "Tempat Menitipkan Tas, Jaket, Helm, dan Sepatu / Sendal", begitulah lebih kurang yang aku ingat, ada tambahan Sepatu / Sendal. Semoga peningkatan pelayanan publiknya terus meningkat hari demi hari. :)

Sunday, March 20, 2011

Sendal Gunung Ku Hilang di Rumah Baca

Pagi Minggu ini, 20 Maret 2011 aku berkunjung ke Rumah Baca Hafrita Dara yang terletak di Jalan Raja Kecil Siak. Aku sudah beberapa kali berkunjung ke tempat ini. Pagi ini adalah kunjungan ku yang ke sekian kalinya. Aku pergi bersama adik dan beberapa orang sepupu yang rata-rata berumuran 3-6 tahun. Mereka (adik-adik ku) memang sudah dari hari sebelumnya mengajak pergi ke tempat itu, namun karena hari hujan, jadilah pagi Minggu ini kami pergi ke sana.

Disana mereka dengan riangnya melihat-lihat buku bergambar yang merupakan koleksi dari perpustakaan daerah Siak. Rumah Baca ini diisi dengan buku-buku dari Perpustakaan Daerah Siak. Sewaktu memasuki pintu masuk, kami meletakkan sandal di depan pintu masuk ruang Rumah Baca tersebut, karena memang tidak ada disediakan tempat sandal pengunjung. Lalu setelah di dalam ruangan, aku menuju ke tempat penyimpanan helm (disediakan tempat penyimpanan helm, tas dan jaket). Dimulailah kegiatan kami di dalam Rumah Baca.

Setelah adik-adik ku puas melihat buku-buku bergambar dan aku pun sudah menemukan buku yang akan aku pinjam, kami segera menuju pintu keluar (pintu masuk dan keluar sama). Setelah di luar, retina mata ku tak menangkap pantulan cahaya dari sendal gunung ku (maksud : sendalnya gak ada!) yang tadi aku letak pas di depan pintu masuk. Lalu segera aku perintahkan adik-adik ku untuk berpencar bantu mencari sendal gunung ku. Usaha untuk mencari itu tak berbuah apa-apa. Aku termenung sebentar, dalam hati berkata, sayang sekali bangunan besar dan megah ini tetapi tidak ada tempat untuk parkir sendalnya. Boro – boro parkir sendal, parkir kendaraan pengunjung aja tidak terlihat. Ironis..!

Sudah penat mencari, adik-adik juga melaporkan, “gak ada bang sendalnya.. !”, aku langsung melaporkan ke petugas yang menjaga administrasi tempat peminjaman. Aku bilang bahwa sendal ku hilang. Lalu dia senyum sedikit, senyum miris karena terkejut atas pelaporan sendal hilang. Pasalnya kejadian ini sudah pernah terjadi beberapa kali. Bahkan sendal dia sendiri sudah pernah hilang sewaktu peresmian Rumah Baca itu. Begitulah ungkapnya. Lalu dia bilang, nanti dia akan bicara ke atasan mengenai kasus hilangnya sendal pengunjung di Rumah Baca.

Kehadiran Rumah Baca ini bagus sekali, tempatnya nyaman, dan buku-buku cukup menarik. Sudah seharusnya pelayanan publik ini harus lebih ditingkatkan, jangan setengah – setengah. Tapi apa, dari pertama masuk ke sana aku sudah menyesalkan tempat parkir yang tidak jelas , serta sepatu dan sendal yang berserakan di pintu masuk. Pemandangan pertama ini sudah memberikan kesan yang tidak enak bagi yang datang berkunjung ke tempat itu. Kesan tidak rapi dan tidak aman bagi kendaraan ini harus diperbaiki untuk kedepannya. Kami berharap kepada pihak pengelola memperhatikan ini. Terima kasih.
Ruang Dalam Rumah Baca


 
Pelajar sedang Mencari Buku
 
Parkir Kendaraan Pengunjung Rumah Baca
Sepatu dan Sendal Pengunjung di Luar Rumah Baca









Saturday, October 2, 2010

Benda – Benda Sejarah di Kerajaan Siak


Istana Siak yang bernama “Istana Asserayyah Al Hasyimiah” ini merupakan bukti kebesaran kerajaan Melayu Islam yang terbesar di daerah Riau. Dari abad ke-16 sampai abad ke-20 adalah masa kejayaan Kerajaan Siak, dan silsilah Sultan-Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura dimulai pada tahun 1725 M dengan 12 sultan yang pernah bertahta. Istana ini dibangun pada tahun 1889 M oleh raja yang ke-11 yakni, Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin.

Istana Asserayyah Al Hasyimiah ini disebut juga “Istana Matahari Timur” ditukangi oleh arsitek dari Jerman yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa, India, dan Arab dengan perpaduan Melayu Tradisional. Keindahan Istana Siak terlihat mulai dari memasuki pintu gerbang istana yang dihiasi sepasang burung elang menyambar dengan mata yang memancar tajam yang terbuat dari perunggu dan ada 4 buah pilar Istana di ujung puncaknya. Burung elang ini merupakan tanda kebesaran dan keberanian serta kemegahan Kerajaan Siak pada masanya.
Di dalam Istana ini  kita juga dapat melihat berbagai koleksi yang bernilai tinggi seperti Kursi Singgasana Sultan yang berbalut emas. 

Disisi lain terdapat pula alat musik Komet yang dibuat secara home industri di Jerman yang memiliki piringan dengan garis tangan sekitar 90 cm berisikan lagu-lagu klasik dari Mozard dan Bethoven.Konon barang ini hanya ada dua di dunia yaitu di Jerman sebagai pembuat dan di Istana Siak.

Di ruang yang lain kita saksikan berbagai kursi meja baik dari kayu, kristal dan kaca tertata rapi di bawah lampu-lampu kristal berwarna-warni bergantungan di plafon istana, demikian pula berbagai bentuk almari dan berjenis senjata dari tembaga dan besi.Disamping itu terdapat pula aneka cinderamata yang merupakan hadiah dari para sahabat dan daerah di sekitar Siak.

Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu dapat kita lihat melalui foto-foto berukuran besar yang terletak di dalam Istana Siak. Terdapat juga sebuah cermin yang menjadi milik oleh para permaisuri Sultan yang dapat membuat wajah semakin cerah dan awet muda bila sering bercermin di sana. Cermin ini dinamakan cermin Ratu Agung. 


1.       1. Suasana Musyawarah di Kerajaan Siak

Gambar di samping merupakan gambaran atau ilustrasi suasana musyawarah di Kerajaan Siak. Posisi raja berada di tengah, dan pejabat-pejabat istana yang lain mengelilingi.


       2. Tengku Besar
Pejabat Sementara (Regent) Sultan Siak 1908-1915 sebelum Sultan Syarif Kasim dinobatkan menjadi Sultan Siak Sri Indrapura ke XII tahun 1915.


4. Lambang Kerajaan Siak Sri Indrapura
Lambang Kerajaan Siak ini diberi nama “Muhammad Betangkup”.




5. Patung Sultan Syarif Hasyim (XI)
Patung ini merupakan buatan Jerman. Terbuat dari batu pualam pada tahun 1899.


6. Kotak Tempat Maket
Kotak ini merupakan tempat maket menara pengeboran minyak pertma di Riau oleh NPPM (Perusahaan Minyak Belanda).




7. Meriam Kerajaan
Meriam digunakan saat perang melawan penjajah dan dibunyikan juga pada upacara resmi kerajaan.



8.  Meriam Kerajaan
Meriam ini pernah dicuri pada tahun 1960 dan ditemukan pada sebuah kapal yang akan ke Singapura. Dan akhirnya kapal yang membawa meriam ini tenggelam di teluk Salak.





9. Alat-alat Makan
Alat-alat makan ini dipesan khusus dari Eropa.










 


 10. Meja Lipat
Meja lipat ini terbuat dari kayu.















 
11. Pecah Belah dan Asbak dari Kristal
Ini semua rata-rata juga dipesan dari Eropa.











 
12. Tempat melihat film-film yang ada di Istana













 


 
13. Sultan Syarif Kasim (ke XII) beserta Permaisuri Tengku Syarifah Fadhlun bergelar Tengku Mahratu. Tahun 1940.















 14. Gramophone





















15.













 
16. Maket Pengolahan Sagu
Ini merupakan cenderamata dari hamba rakyat Cina.











16. Maket Pengolahan Sagu
Ini merupakan cenderamata dari hamba rakyat Cina.

















 18.















19.












20.












 21.













 
21. Meja lemari untuk belajar/menulis dan menyimpan buku-buku.







 


 
22. Bintang dan penghargaan Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim (Sultan Siak XII) dari pemerintah RI. Pada 6 November 1998 oleh Presiden RI, BJ Habibie.








 
23. Seperangkat Meja dan Kursi Kristal Tempat Penjamuan dan Menerima Putri-Putri Istana.










 
24. Patung Wihelmina yang terbuat dari kuningan dan perunggu.













 25.











26.


 
 27.



28.


29.


30.

Thursday, August 12, 2010

Pasar Ramadhan di Siak (Kec. Siak) dan Berkah Ramadhan


Siak, Pemerintah Kecamatan Siak memfasilitasi kegiatan berdagang di bulan Ramadhan dengan membuka pasar kaget / pasar beduk / pasar ramadhan / pokoknya pasar lah. Yang namanya pasar, ada penjual, pasti ada pembeli. Nah, semua aktifitas jual beli dimulai saat dibukanya secara resmi pasar ini oleh Camat Siak, Pak Juarman. Pada kesempatan itu juga hadir Sekcam Siak, Kapolsek Siak, dan tokoh masyarakat Siak. Di pasar yang baru dibuka ini, ada puluhan pedagang ikut serta. Menjual berbagai macam makanan, dari makanan ringan sampai makanan berat. (eh jangan mikir makan berat itu adalah besi, batu atau apa gituu ya..). Walaupun sedikit mendung, acara ini berlangsung dengan lancar. 


Berkah Ramadhan
1 Ramadhan 1431 H / 11 Agustus 2010 merupakan hari pertama di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan ini adalah bulan penuh berkah. Berkah untuk semua kalangan. Termasuk pedagang. Ibu aku pedagang juga lho, hehehe.. :D. Ibu menjual lauk pauk dan nasi putih untuk makanan berbuka di Pasar Ramadhan. Target pasarnya ya ibuk-ibuk, bapak-bapak, anak muda, dan orang-orang yang gak sempat masak untuk berbuka puasa.

Kenapa berkah juga untuk pedagang? Ini nih jawaban aku sebagai anak pedagang. Udah merasakan soalnya. Karena, saat bulan Ramadhan ini tiba, artinya kami tak hanya mengencangkan tali pinggang dan menyingsing lengan baju untuk beribadah secara vertikal saja, tapi juga horizontal (berdagang), berdagang termasuk nilai ibadah lho. Kalau niat dan caranya dilakukan dengan baik dan benar. Aku pernah dengar ceramah, yang namanya rezki berkah itu, rezki yang bisa buat ibadah kita semakin banyak. Kita menjadi lebih khusyuk sholatnya, sholat wajib maupun sunnah. Kita menjadi lebih sadar untuk sedekah. Rasanya ada yang kurang kalau belum sedekah. Itu tuh yang namanya berkah. 
Dan Alhamdulillah kami merasakan itu.


Eh sedikit nih mau promosi, kalau anda tidak sempat masak perbukaan karena banyak kerjaan di kantor, di sekolah, di rumah atau dimanapun (mudah-mudahan bukan karena malas), anda bisa datang ke Pasar Ramadhan Kec. Siak, letaknya di jalan Sutomo dekat dengan Mesjid Al Fatah (tepatnya disamping MAN 1 Siak.). 
Kalau mau beli kue-kue banyak yang jual, mau minuman juga banyak. jadi bingung sendiri nanti mau beli yang mana.  Kalau mau beli lauk pauk juga banyak. Nah, Ibu aku jual lauk pauk, kalau ada kesempatan mampir sebentar di meja kami ya, barangkali ada lauk yang sesuai selera anda. Tapi dimana tempatnya? Gampang kok, cari aja meja yang di atasnya ada gantungan kertas bertuliskan " ELOK BASAMO". :-)