Pagi Minggu ini, 20 Maret 2011 aku berkunjung ke Rumah Baca Hafrita Dara yang terletak di Jalan Raja Kecil Siak. Aku sudah beberapa kali berkunjung ke tempat ini. Pagi ini adalah kunjungan ku yang ke sekian kalinya. Aku pergi bersama adik dan beberapa orang sepupu yang rata-rata berumuran 3-6 tahun. Mereka (adik-adik ku) memang sudah dari hari sebelumnya mengajak pergi ke tempat itu, namun karena hari hujan, jadilah pagi Minggu ini kami pergi ke sana.
Disana mereka dengan riangnya melihat-lihat buku bergambar yang merupakan koleksi dari perpustakaan daerah Siak. Rumah Baca ini diisi dengan buku-buku dari Perpustakaan Daerah Siak. Sewaktu memasuki pintu masuk, kami meletakkan sandal di depan pintu masuk ruang Rumah Baca tersebut, karena memang tidak ada disediakan tempat sandal pengunjung. Lalu setelah di dalam ruangan, aku menuju ke tempat penyimpanan helm (disediakan tempat penyimpanan helm, tas dan jaket). Dimulailah kegiatan kami di dalam Rumah Baca.
Setelah adik-adik ku puas melihat buku-buku bergambar dan aku pun sudah menemukan buku yang akan aku pinjam, kami segera menuju pintu keluar (pintu masuk dan keluar sama). Setelah di luar, retina mata ku tak menangkap pantulan cahaya dari sendal gunung ku (maksud : sendalnya gak ada!) yang tadi aku letak pas di depan pintu masuk. Lalu segera aku perintahkan adik-adik ku untuk berpencar bantu mencari sendal gunung ku. Usaha untuk mencari itu tak berbuah apa-apa. Aku termenung sebentar, dalam hati berkata, sayang sekali bangunan besar dan megah ini tetapi tidak ada tempat untuk parkir sendalnya. Boro – boro parkir sendal, parkir kendaraan pengunjung aja tidak terlihat. Ironis..!
Sudah penat mencari, adik-adik juga melaporkan, “gak ada bang sendalnya.. !”, aku langsung melaporkan ke petugas yang menjaga administrasi tempat peminjaman. Aku bilang bahwa sendal ku hilang. Lalu dia senyum sedikit, senyum miris karena terkejut atas pelaporan sendal hilang. Pasalnya kejadian ini sudah pernah terjadi beberapa kali. Bahkan sendal dia sendiri sudah pernah hilang sewaktu peresmian Rumah Baca itu. Begitulah ungkapnya. Lalu dia bilang, nanti dia akan bicara ke atasan mengenai kasus hilangnya sendal pengunjung di Rumah Baca.
Kehadiran Rumah Baca ini bagus sekali, tempatnya nyaman, dan buku-buku cukup menarik. Sudah seharusnya pelayanan publik ini harus lebih ditingkatkan, jangan setengah – setengah. Tapi apa, dari pertama masuk ke sana aku sudah menyesalkan tempat parkir yang tidak jelas , serta sepatu dan sendal yang berserakan di pintu masuk. Pemandangan pertama ini sudah memberikan kesan yang tidak enak bagi yang datang berkunjung ke tempat itu. Kesan tidak rapi dan tidak aman bagi kendaraan ini harus diperbaiki untuk kedepannya. Kami berharap kepada pihak pengelola memperhatikan ini. Terima kasih.
![]() | |||
| Ruang Dalam Rumah Baca |
![]() |
| Pelajar sedang Mencari Buku |
![]() |
| Parkir Kendaraan Pengunjung Rumah Baca |
![]() |
| Sepatu dan Sendal Pengunjung di Luar Rumah Baca |




No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!