Wednesday, March 9, 2011

Belajar Mengamati Elang di Tahura

Udara pagi yang segar dan suasana nyaman di Tahura (taman hutan raya) Sultan Syarif Hasyim Minas seolah menyambut kedatangan kami pagi itu. Sesampainya di sana, tampak teman-teman mulai melakukan kegiatan pembukaan yang "always" dilakukan, yakni "foto-foto". Dengan latar pohon-pohon nan rimbun serta papan yang bertuliskan "Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim" berfoto ria lah dengan berbagai pose. Ritual ini sudah biasa dilakoni setiap ada moment atau tempat yang dikira menarik untuk diabadikan, ditambah kalau benda yang berlensa (sebut : kamera) cukup mendukung untuk melakukan ritual tersebut.

Materi tentang penggunaan monokuler dan binokuler mengawali semuanya. Keduanya adalah alat yang wajib ada untuk melakukan pengamatan elang. Monokuler adalah sejenis alat  untuk melihat sesuatu yang jauh dengan perbesaran tertentu dengan 1 lensa. Monokuler ini digunakan untuk melihat objek yang statis (tak banyak bergerak). Sedangkan binokuler sama dengan monokuler, namun jumlah lensanya ada 2. Kalau binokuler, lebih cocok digunakan untuk mengamati objek yang banyak bergerak (dinamis).

 





risky ade maisal. Sedang menggunakan monokuler untuk mengamati elang yang sedang bertengger di dahan pohon.
















risky ade maisal. Sedang menggunakan binokuler untuk mengamati elang yang mungkin melintas..









Selain monokuler dan binokuler, biasanya para pengamat juga membawa kamera untuk mengambil foto elang yang diamati. Namun, ada keterbasan kamera, kamera tidak bisa memfoto objek yang jaraknya jauh sekali. Dan tak jarang para pengamat mengambil gambar elang tsb dari view yang terlihat pada monokuler. Malahan sekarang sudah ada teknologi konverternya, maksud : peneliti bisa mengambil foto dengan bantuan monokuler ke kamera melalui konverter gambar dari monokuler ke kamera.


Dengan Zaini Rahman dan Gunawan dari Rain ( Reptor Indonesia), peserta mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang pengamatan Reptor (Elang). Bagaimana menggunakan monokuluer dan binokuler, bagaimana menentukan arah, dan bagaimana membuat catatan tentang hasil pengamatan di notepad sederhana dan selanjutnya menentukan jenis elang yang terlihat tsb.

Ketika elang yang bertengger tertangkap lensa binokuler, maka selanjutnya pengamat mengunci sudut pandang pengamat terhadap elang tersebut dengan monokuler, agar menghasilkan penglihatan yang maksimal.

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!