Tuesday, October 12, 2010

Matrikulasi Berakhir dengan Semangat "Man Jadda Wajada"

Bismillahirrahmanirrahim..
Selasa, 12 Oktober 16:40 Wib

Pagi disambut mentari
Mentari naik untuk menjalankan hari
Hari berjalan detik demi detik
Detik itu tak akan pernah kembali
Kembali untuk terulang lagi adalah nihil,, tak akan pernah, dan tak akan pernah kembali..
Detikmu adalah harimu, harimu adalah hidupmu, jangan kau sia-siakan hidup mu, walau sedetikpun..

Duduk di depan monitor, tangan kanan memegang tikus (mouse) sesekali, dan jari-jari menekan tuts-tuts keyboard dengan hati-hati, itu adalah moment aku sedang menulis sejarah di blog ini. Menuliskan apa yang bisa aku berikan untuk dunia. Menuliskan pengalaman yang mungkin kelak bisa dibaca oleh anak cucu. Menuliskan apa yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Hem, aku tak peduli ada yang mau baca atau tidak. Yang jelas aku sudah menuliskan, ya kalau tidak ada yang baca gak apa-apa, minimal bisa aku baca sendiri.

Sore ini aku baru selesai ujian matrikulasi. Dengan mengusung semangat "man jadda wajada", ujian ini bisa aku hadapi. Alhamdulillah, karena baca novel "Negeri 5 Menara", aku bisa menerapkan di kehidupan bagaimana pentingnya usaha, pentingnya kerja keras untuk mencapai sesuatu.Toh, sukses itu adalah sebuah pencapaian. iYa khan??


Matrikulasi sudah berakhir. Banyak yang aku dapatkan selama matrikulasi ini. Ilmu  pastinya. Aku sekarang sudah mengerti bagaimana membongkar pasang PC, menginstalnya, menjalankan MS.Office (word, excell, acces, pwr point,  visio), membuat algoritma, membuat flowchart, menggunakan elearning, mengukur tegangan, mengukur hambatan, mengukur kuat arus, menyolder, de el el.

Tentang menyolder, aku teringat sesuatu. Waktu kami diberi tugas untuk menyolder, masing-masing harus melakukannya sendiri. Aku tak pernah menyolder sebelumnya. Tapi setelah membaca teorinya aku rasa bisa mempraktikkannya. Ya itu biasa, yang luar biasanya, karena kurang hati-hati dalam praktik menyolder, tanpa sengaja aku pegang solder yang sedang panas itu. Entah bagaimana caranya, aku langsung pegang tuh solder. Temanku Arsyad spontan berkata,"Hoiii,,kok dipegang pulak tuu? Kan panas!" Kontan aku selamatkan langsung jari telunjuk yang sedang kepanasan ini, Alhamdulillah tidak melepuh kulitnya. Tapi, sampai sekarang aku masih senyum-senyum sendiri kalau ingat kejadian itu. Sudah tau panas, tapi kok aku pegang ya?? Hahaha..  :)


No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!