05:46 wib, Sabtu 23 Oktober 2010
Dua minggu belakangan ini begitu banyak hal-hal yang aku lewati. Semua akan menjadi sejarah hidup ku. Semua akan ku ceritakan. Akan ku ceritakan di blog ini.
15 Oktober 2010.
Ini adalah hari pertama ISO tahap 2 di PCR. Semua mahasiswa baru pasti melewati ISO. Sertifikat kelulusan ISO akan dibutuhkan saat sidang akhir di PCR. ISO itu sendiri adalah singkatan dari Information Study Orientation. Kalau bahasa umumnya adalah Ospek.
Pukul 12.45 wib, baru saja selesai sholat Jumat, aku bergegas untuk berangkat ke basecamp partai Piston (partai 10), tepatnya di kosan Allen. Dalam ISO ini kami memang sudah dikelompokkan dalam partai-partai, setiap partai punya nama tertentu, ketua partai dan basecamp. Aku berada di partai 10 dengan nama partai Piston, ketuanya adalah Ary.
Pukul 13.10 wib. Kami satu partai sudah berbaris untuk siap-siap menuju kampus, dengan memakai atribut dan perlengkapan yang sudah ditugaskan. Perintah berkumpul hari ini adalah pukul 13.15 wib. Kami tak mau terlambat, terlambat sekian menit, akan ada hukuman yang menunggu. Begitulah ISO, ISO adalah ajang untuk melatih kedisiplinan mahasiswa PCR. Tak hanya itu, ISO juga melatih mahasiswa PCR agar mempunyai rasa kebersamaan dan cinta lingkungan.
Pada hari ini kami melakukan upacara pembukaan ISO, yang dibuka langsung oleh direktur PCR. Dan juga kami mendapatkan materi PBB dari TNI AD. ISO hari pertama ini telah aku lewati dengan lancar dan baik. Banyak yang aku dapatkan dari ISO hari pertama ini. Setelah dibacakan tugas-tugas untuk besok, kami pun langsung pulang.
16 Oktober 2010
ISO hari kedua ini bisa dikatakan sebagai puncaknya ISO. Materi ISO begitu padat sepertinya. Semua sudah diatur dengan baik oleh panitia. Pada hari kedua ini, kami melaksanakan kegiatan outbond katanya. Kegiatan outbond ini diawali dengan longmarch dari kampus ke lokasi outbond. Selama diperjalanan, kami bercengkrama dengan sesama teman dan pembina kami, bang Rio. Tak lupa pula kami menyanyikan yel-yel partai Piston.
Setelah tiba di lokasi. Kami satu partai harus masuk hutan, melewati beberapa pos yang sudah diatur oleh panitia ISO 2010.
Pos pertama, di pos pertama ini yang laki-laki harus turun ke kolam kecil yang kedalamannnya sekitar 1 meter, dan yang perempuan tetap di atas. Setelah turun di kolam itu, kami ditanya "siapa nama abang ini?". Jawaban pertama salah, hukumannya kami disuruh nyelam beberapa detik. Akhirnya pada kesempatan kedua kami berhasil menjawab nama abang itu dan dari generasi berapa. Lalu kami lanjutkan perjalanan untuk menuju ke pos dua.
Pos kedua, untuk menuju ke pos dua ini, kami harus melewati rawa yang dalamnya hampir selutut. Di pos kedua kami hanya ditanya berapa jumlah anggota. Ini tugas ketua, Ary, dia melaporkan dengan detail. Tapi entah kenapa, salah satu anggota kami disuruh tinggal di pos dua, yakni Puja. Diantara kami semua tidak ada yang berani interupsi, kenapa Puja harus tinggal. Lalu kami lanjutkan saja perjalanan.
Pos ketiga, di pos ketiga ini, kami dikasih air minum 1 gelas, tapi minumnya sedikit-sedikit, agar semua anggota merasakan. Teman-teman bilang itu air "pasak bumi". Ya, begitulah, minum juga harus berbagi, kebersamaan kami sedang diuji.
Hemmm menyeruput teh hangat membuat pagi cerah ini semakin indah... Ada lagi beberapa pos yang harus kami lewati pada ISO hari kedua itu, setiap pos memberikan pelajaran berharga bagi aku dan teman-teman. Pelajaran hidup untuk menjadi mahasiswa PCR yang disiplin, punya kebersamaan, dan cinta lingkungan.
ISO hari kedua ini selesai juga, seperti malam kemarin, kami harus berkumpul di basecamp partai untuk menyiapkan tugas-tugas dan semua kelengkapan pada malam ini.
Setelah dari basecamp, sekitar pukul 11 malam, aku dapat sms dari Tiya (adik ku), "bg, atuk sakit, doakan cepat sembuh". Setalah baca sms itu, aku pun menjadi sedikit gelisah, tapi dengan berdoa semua jadi lebih baik.
17 Oktober 2010
ISO hari ketiga ini aku siap untuk menyelesaikannya dengan baik. Aku ingin menyelesaikan ISO ini dengan sempurna. Walaupun sedikit lelah, karena ISO hari kedua kemarin membuat energi kami terkuras banyak, namun kami masih tetap semangat.
Saat inilah,sekitar pukul 6,30, saat kami sedang berkumpul di lapangan upaara, sedang siap-siap untuk makan "bakwan", tiba-tiba namaku dipanggil oleh panitia, "Risky Ade Maisal..,ikut kakak ini kebelakang sebentar....". Walaupun sedikit heran kenapa aku dipanggil. Bakwan masih dipegang, belum aku makan. Seketika pertanyaan bertubi-tubi menghantam akal fikiranku. Salah apa aku? Aku coba ingat-ingat apa yang sudah aku lakukan, sampai-sampai aku dipanggil panitia. Apa aku akan dieksekusi? Semua pertanyaan datang bersamaan.
Tapi semua menjadi jelas ketika kakak panitia mengatakan "Yang sabar ya risky..atuk kamu sudah pergi duluan..".
Air mata di pelupuk mata sudah siap untuk turun, tapi aku berusaha untuk membendungnya. Mata ku semakin berkaca-kaca, tapi aku harus kuat mendengar berita duka ini. Semua sudah skenario Allah. Dengan diantar Bang Kiki (salah seorang panitia) sampai gerbang kampus, aku langsung siap-siap pulang, dan selanjutnya akan berangkat ke Siak.
Begitulah yang aku alami sekitar seminggu yang lalu. Nanti siang aku akan berangkat ke Siak lagi. Akan ada tahlilan 7 hari kepergian atuk. Semua sudah aku hadapi dengan ikhlas. Dibalik musibah pasti selalu ada hikmah. Semoga Almarhum Atuk (Yasir) diampuni dosanya, dilapangkan kuburnya, ditenangkan arwahnya. Amin..ya Robbal 'Alamin..
No comments:
Post a Comment
KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!