Monday, February 8, 2010

Siak, Tempat Kelahirannya.

Siak dahulunya adalah sebuah kecamatan kecil yang masih banyak hutan belantara. Jalan masih tanah, kalau hujan becek, kalau kemarau berdebu. Tahun demi tahun dilewati Siak dengan penuh harap kemajuan. Sungai jantan ( sungai siak sekarangnya) sebagai jalur yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat Siak memberikan tanda-tanda harapan kemajuan itu masih ada. Disamping itu, kekayaan minyak bumi yang melimpah ruah juga menjadi faktor perkembangan daerah yang pernah menjadi pusat Kerajaan Siak ini.
Tepatnya pagi hari Senin, 2 Mei 1992, ketika orang-orang sedang melaksanakan upacara memperingati hari Pendidikan Nasional di lapangan Tugu Siak, ketika semangat pendidikan mulai dikobarkan, ketika siswa dan guru berusaha berdiri tegak di bawah terik mentari pagi untuk mengobarkan semangat pendidikan, lahirlah dia disebuah rumah kecil dan mulai lapuk, yang letaknya tak jauh dari pasar Siak sekarang. "Oek,,,oek,,,,oek,,,,". Suara tangisnya seolah bicara tentang arti kemenangan. Kemenangan dimulainya start kompetisi hidup (Fastabiqul Khairat), kemenangan seorang ibu yang berusaha keras memperjuangkannya, kemenangan untuk mulai meyakinkan dunia, ia layak menjadi anak Siak, yang akan membangun Siak dan negara ini menuju masa depan yang kemilau.
Seiring tumbuhnya dia, Siak juga tumbuh bak anak manusia yang terus tumbuh. Saat dia berumur 8 tahun, tepatnya kelas 4 SD, Siak berhasil berlepas diri dari ketiak Bengkalis untuk mandiri menjadi Kabupaten sendiri, Kabupaten Siak. Semenjak menjadi Kabupaten, Siak terus tumbuh semakin pesat, investor-investor mulai melirik minyak Siak yang segar dan melimpah. Namun, ini bertolak belakang, dengan perkembangan pendidikan dia. Dia dapat angka 5 pada mata pelajaran IPA saat kelas 4 SD. Penyebabnya mungkin karena kepalanya yang terluka kena lemparan tanah bercambur batu pada umur belia itu,  waktu bermain perang-perangan dengan teman-temannya. Kata banyak orang, luka bagian kepala itu rawan. Hahhh,,,dia masih kecil, ingin tahu rasanya berperang, ingin tahu rasanya membela sebuah tim . Dunia bisa maklum.
Satu tahun kemudian, dia duduk di kelas 5 SD. Bagi Siak ini adalah tahun kedua sebagai Kabupaten, Siak tetap masih dalam jalur percepatan kemajuan dan perkembangan. Sedangkan bagi dia, inilah tahun dimulainya ukiran prestasi pendidikannya. Drastis, dia dapat juara 2 dikelasnya. Senang bukan main...
Untuk tahun-tahun berikutnya dia bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasinya. Siak juga semakin menambah kecepatan akselerasi menuju kemajuan yang cemerlang.

2 comments:

  1. Bagus..

    secara keseluruhan bagus, simpel dan cerah. Malahan lebih bagus blog ini dari pada blog abang.

    Tapi coba buat label setiap tulisan hingga yang baca mudah melihat2 tulisan yang mereka suka temanya. lihat blog Abang contohnya:
    http://hendrawanonline.blogspot.com/

    saran: kalo mau dapat pengunjung banyak seperti blog ini: http://www.pekanbaruriau.com/
    tulislah tulisan yang dicari dan dibutuhkan orang banyak di internet.

    ReplyDelete

KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!