Ilustrasi seorang siswa yang sedang menghadapi ujian :
"Hmm apa yaa jawabannya? A, B, C, D atauuuuu E...Duh kok susah gini yaa soalnya? Kalau aku pilih ini...hmm yaa mungkin ini. Tapi, kayaknya yang ini deh,,Tidak-tidak yang ini lebih mendekati. Tapi perasaan ku bilang yang ini...Haaaaaaaaa..........Aku bingung, Nyontek dengan dia ajalah..!!!!!!"
Kasihan sekali siswa yang seperti itu.Tidak bisa mengambil keputusan. Dia tidak berani mengambil resiko. Padahal hidup ini penuh dengan resiko. Dia telah meletakkan kepercayaan kepada orang lain di atas kepercayaan kepada dirinya sendiri, dengan mengambil keputusan dari orang lain, bukan keputusannya. Walaupun segala resiko tetap dia yang merasakan.
Keadaan seperti ini terjadi karena banyak faktor. Faktor yang ada juga berbeda-beda. Ketika kita dihadapkan dengan sebuah pilihan yang banyak, dan kita harus memilih satu dari semuanya, memang tidak gampang. Ketelitian, pertimbangan, serta analisis resiko yang ada menjadi alasan kita untuk memilih. Itu adalah proses kehidupan. Berbgai resiko harus bisa kita sikapi dengan bijak. Namun sayangnya, tidak sedikit juga orang yang rela mengorbankan proses kehidupannya kepada orang lain. Sebuah pilihan yang dipilihnya karena orang lain juga memilih itu. Dia tidak punya pertimbangan sendiri. Entah dia sadar atau tidak, dia telah melewatkan sebuah proses kehidupan yang sangat berharga, yakni memilih dan menerima segala resiko yang ada.
Hidup adalah pilihan. Kita lah yang memilih hidup kita sendiri. Mau kehidupan yang berwarna hijau, merah, biru, hitam, putih, atau warna-warni. Asalkan jangan abu-abu. Hahahaha....
Pilihlah hidup Anda untuk menjadi lebih baik!
ReplyDeleteArtikel menarik!
ReplyDeletehttp://www.asysyariah.com/print.php?id_online=1