Tuesday, June 1, 2010

Ibukota Kabupaten Siak Krisis BBM?

Sudah 2 hari ini bensin menjadi barang langka di kota Siak, Ibukota Kabupaten Siak. Bensin yang biasa dijual eceran itu menghilang dipasaran kota Siak. Pemandangan orang kehabisan bensin dalam perjalanan, dan harus menyeret sepeda motornya untuk pulang, sudah banyak ditemukan. Mungkin masalah ini ada penyebabnya. Tapi kabarnya, bensin itu ada kok di SPBU yang letaknya di Bunga raya, 1 jam perjalanan dari kota Siak. Lantas kenapa bensin yang biasa dijual eceran di pinggir jalan-jalan kota Siak menghilang? Apakah ada penimbunan BBM? Atau ini adalah pengaruh dari issu "Rencana Pencabutan Subsidi BBM" ? Entahlah...

Sudah hampir 10 tahun Kabupaten Siak berdiri. Jembatan sudah membentang di badan Sungai Jantan (Sungai Siak). Presiden SBY sudah pernah menginjakkan kakinya di bumi Siak. Mobil standar kepresidenan "RI 1 " sudah pernah memutarkan rodanya di aspal kota Siak . Tapi kok Ibukota Kabupaten Siak ini belum punya SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar)???.



Padahal kota Siak adalah pusat wisata di Kabupaten Siak. Istana Siak yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Siak letaknya di Kota Siak. Ada juga makam Sultan Syarif Kasim II yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, juga terletak di Siak. Setiap hari pasti ada pelancong yang datang untuk mengunjungi Istana Siak atau menziarahi makam Sultan Syarif Kasim II dan Sultan-sultan Kerajaan Siak lainnya. Kalau pelancong bawa kendaraan bermotor seperti sepeda motor atau mobil atau juga bus, tiba-tiba bahan bakarnya habis pas di Kota Siak. Mau beli bensin dimana kalau bensin eceran saja tidak ada yang jual? Kan gak lucu kalau masuk koran jadi headline di media cetak Riau misalnya, "Bus Wisata Mogok di Siak karena Tidak Bisa Mengisi Bahan Bakar".Mudah-mudahan itu tidak terjadi.

Di Kabupaten Siak sebenarnya sudah banyak SPBU. Di pinggir jalan Siak-Perawang sudah ada 2. Di Bungaraya sudah ada 1. Dan di daerah lainnya. Tapi kenapa di Kota Siak tidak ada? Yang ada hanya bensin eceran yang terkadang kualitasnya tidak baik. Adakalanya juga bensin eceran itu dicampur dengan minyak tanah, hanya untuk meraup keuntungan yang lebih besar. Sungguh, ini bukan masalah spele. Siak Sri Indrapura sudah terdengar gaungnya di dunia Pariwisata. Gaung Kerajaan Siak yang dibanggakan dan Gaung Sultan Syarif Kasim II. Akan banyak wisata yang datang ke kota Siak ini. Tapi masalah BBM (Bahan Bakar Minyak) ini belum teratasi. Belum lagi masalah lainnya. Diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak "melek" dengan masalah ini.

Harapan kami, Pemda Siak pertimbangkanlah untuk masalah BBM di Kota Siak khusunya. Di kota Siak ini belum ada SPBU. Apalagi Ibukota Siak ini pusat pemerintahan Kabupaten Siak. Ratusan pegawai pemerintah banyak yang memiliki kendaraan bermotor. Pasti juga ingin beli minyak yang tidak jauh-jauh lagi ke SPBU di pinggir jalan ke Perawang itu atau di Bunga Raya itu. Tohh, BBM eceran yang dijual itu belinya di SPBU juga. Belinya pakai jeregen, dan bawanya diam-diam, kadang-kadang dirazia, tapi sering berhasil lepas. Padahal yang me-razia-nya juga beli BBM di pedagang eceran. Terus kenapa dirazia? (gak tau..tanya aja langsung dengan yang merazia). Makanya, kota Siak ini sudah layak untuk dibangun SPBU. Semakin lama jumlah penduduk semakin meningkat. Masa jumlah pedagang eceran BBM kota Siak juga harus meningkat????


suara : risky ade maisal

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!