Saturday, April 17, 2010

Hilang banyak, Tumbuh lebih banyak lagi

Wew kenapa jadi blank gini ya? Apa yang tadinya ingin aku tulis jadi kabur semua. Kabur entah kemana. Padahal sebelum aku duduk di depan monitor ini, rasanya tak sabar lagi untuk menulis. Ide, masalah, pemikiran, dan semuanya unek-unek dihati ingin aku tulis di postingan blog ini. Tapi apa mau ditulis, semuanya bagaikan jarum yang ada di jerami. Hilang, hilang dan hilang..

Menulis kalau tidak tahu apa yang mau ditulis, gak akan pernah bisa. Tapiiii....kayaknya bisa lah.....
Baca ni aku nulis sesuatu :

Menulis sudah menjadi aktivitas tersendiri dalam hidup ku. Dulunya aku mengira menulis itu susah. Setelah banyak baca-baca, ternyata menulis itu mengasyikkan. Emang sih, jaman dulu belum ada nulis di keyboard kayak sekarang, mungkin faktor yang buat aku dulunya gak suka nulis itu tuh. Kalau dulu, mau nulis ya harus siapkan pena atau pensil dan  kertas. Disamping dulu tidak tempe teknik menulis (tahu mulu, sekali-kali pakai tempe gak apa-apa lah), yang buat aku malas nulis adalah bakal banyak kertas yang abis karena banyak salah dalam menulis. Ujung-ujungnya kertas yang tadinya dari buku, buku tersebut tinggal covernya aja lagi. Beda dengan jaman sekarang, mau nulis sudah bisa di computer atau NB. Kalau ada yang salah tinggal tekan backspace atau delete. Gampang kan? 
Hobi menulis baru-baru ini aja muncul dalam hidupku. Tapikan aku ini orangnya terbuka, open untuk yang positif, jadi bisa diterima hobi menulis ini.

 Suatu saat nanti aku ingin buat sebuah buku. Kan keren kalau dibuku itu ada, "Penulis : Risky Ade Maisal". Untung-untung bisa jadi bestseller. Amin..

Eh bicara untung-untungan. Teriungat kata slah seorang temanku.
Gini katanya : "Orang pintar dikalahkan oleh orang rajin dan orang rajin dikalahkan oleh orang beruntung".

Kalau difikir sekilas, ada betulnya juga. Tapikan gak ada yang ngelarang kita berfikir panjang untuk kalimat diatas. Wong kita yang mikir...
Coba sekarang anda analisa kalimat dari teman ku itu!

Sudah?
Sudah?



Aku anggap sudah ya. Aku gak tau apa yang anda fikirkan. Menurut aku ini ya. Kalimat itu benar secara bahasa (penulisan EYD). Tetapi secara moral dan nilai SALAH BESAR. "orang pintar dikalahkan oleh orang rajin" logika dan pribadiku bisa setuju dengan ini. Tapi dengan yang ini "orang rajin dikalahkan oleh orang beruntung" aku gak setuju. Bagaimanapun juga orang beruntung di kalimat itu masih abu-abu. Beruntung itu relatif. Kamu setuju gak kalau orang yang udah rajin, mati-matian usaha, belajar, dan bekerja, eh tiba-tiba ada orang yang menggap dirinya beruntung merampas semua tujuan si rajin tadi. Okelah gak merampas, tapikan kita tidak tau cara apa, usaha apa yang dipakainya untuk mencapai tujuan yang sama. Apakah itu fair??
Jadi intinya, aku tetap gak setuju dengan apa yang dikata temanku itu. 

Teman, kalau kamu baca tulisan ini, maaf ya, untuk yang ini aku gak setuju.


Wahh,,,tulisan ini udah cukup panjang. Padahal tadinya aku gak tau mau nulis apa. Barangkali ini yang dikata pepatah, "hilang banyak, tumbuh lebih banyak lagi". Pernah dengar gak yang kayak gitu? hehe.e.e....
anda harus jawab pernah ya, barusaja anda baca. Ya khan???
Kwkwkwkw...
Cukup dulu ya.

No comments:

Post a Comment

KOMENTAR ANDA, MOTIVASI BAGI SAYA...!